Mau Keren? Ya, Belajar Sejarah…!
Mendengar kata SEJARAH, yang langsung terbayang dalam benak kita pasti adalah setumpuk buku tebal yang telah mulai usang. Warna, lembaran-lemabaran buku itupun mulai kecolkatan, syukur kalau enggak bolong-bolong termakan rayap. Karena itulah, kadang sejarah terasa sangat menakutkan atau tepatnya sangat membosankan untuk dipelajari. Jangankan untuk membaca buku-buku sejarah yang tebal dan kadang membingungkan itu, untuk membaca artikel kecil aja kadang kita malesnya bukan main.
Kalau kita mendengar ada orang yang suka sejarah, kita pasti membayangkannya sebagai orang yang suka menyendiri, berkacamata tebal, rambut yang selalu disisir rapi (kayak gaya tahun 60-an gitu) dan seterusnya, pokoknya katrok deh…
Kalo sikap kita terhadap sejarah kayak gitu, gimana bangsa Indonesia bisa maju. Kita cuma bisa ngomong bahwa kita menghormati pendahulu kita yang telah berjuang mempertaruhkan harta, bahkan nyawa untuk negeri tercinta, tapi apa bentuk penghormatan kita terhadap beliau-beliau itu? Sementara, belajar sejarah aja kita mesti dipaksa.
Padahal, sejarah itu penting banget kan… Kalau kalian pernah denger, beberapa waktu lalu buku sejarah sempat menjadi kontroversi, bahkan sampai sekarang. Kontroversi itu terjadi karena sejarah seringkali dipelesetkan atau ditafsirkan secara subjektif. Sejarah yang dalam bahasa Inggrisnya history sering diplesetkan menjadi his story (cerita menurut dia). Itu menunjukkan, sejarah sangat pantas mendapatkan perhatian istimewa dari kita semua. Bayangkan saja, kalau kita enggak peduli dengan yang namanya sejarah, kita juga tidak akan tahu gimana sebenarnya asal muasal terbentuknya negeri ini. Sekarang mungkin kita sudah tahu dikit-dikit, tapi tentu saja masing banyak banget hal yang belum kita tahu. Makanya, mempelajari sejarah dengan motivasi dan rasa ingin tahu penting banget untuk ditumbuhkan. Kalau kebanyakan di antara kita mempunyai pikiran yang sama untuk memperdalam pengetahuan tentang sejarah, pasti asik banget….
Ketika istirahat di kantin misalnya, yang kita omongin bukan sekadar, gimana sinetron “Cinta Fitri” kemarin, atau, siapa yang menang dalam pertandingan bola kemarin, tapi kita juga membicarakan Bung Karno dan Bung Hatta, G30S PKI, Tan Malaka, Soe Hok Gie, dan lain-lain. Jadi, belajar sejarah tidak hanya pas ada pelajaran sejarah kan….
Kalau minat kita sama yang namanya sejarah sekarang ini masih rendah, ada baiknya kita mencari solusi, agar kita berminat mempelajari sejarah, bukan malah tidak mempelajarinya. Buat kalian yang suka nonton film, mungkin ada baiknya mulai sekarang coba berpetualang mencari film-film yang diangkat dari sejarah. Filmnya enggak mesti dari dalam negeri aja kok. Misalnya, “GIE”, yang ceritanya diangkat dari otobiografi “SOE HOK GIE”, atau “TROY” yang kisahnya diangkat dari perang antara Sparta dan Athena, atau “Memoar of Geisha” yang merupakan film tentang pelacur kelas atas Jepang di zaman peperangan. Akan lebih asik lagi jika bisa nonton bareng sama teman-teman.
Bagi kalian yang lebih suka membaca, ada cukup banyak buku sejarah yang perlu dan penting banget untuk dibaca. Kalian bisa mulai dengan membaca novel-novel sejarah. Misalnya, “Sam Po Kong” (Perjalan Pertama) yang ditulis Remy Sylado, mengisahkan pelayaran muhibah ke Nusantara yang dipimpin oleh Ceng Ho, utusan kaisar Ming dari negeri Cina sekitar abad ke-15. Bukti-bukti kisah itu, masih bisa dilihat sampai sekarang, dalam bentuk Klenteng yang ada di Semarang. Ada juga novel yang berjudul “Totto Chan”, ditulis Tetsuko Kurroyanagi. Novel ini diangkat dari kisah nyata penulisnya ketika bersekolah di sekolah dasar yang sangat menyenangkan. Tapi berakhir tragis ketika sekolah itu hancur oleh bom atom pada Agustus 1945, yang kita kenal dengan peristiwa Hirosima dan Nagasaki. Sederet judul novel yang menarik mungkin tak asing bagi kita, ada “Gajah Mada”, yang ditulis Langit Kresna Hariadi, “Gelang Giok Naga” yang ditulis Leny Helena, dan “Ca Bau Kan” yang ditulis Remy Sylado.
Kalau dari menonton film-film sejarah dan novel atau buku-buku sejarah itu minat mempelajari sejarah muncul, pelajaran sejarah pasti akan jadi pelajaran yang sangat menyenangkan. Dengan rasa ingin tahu itu, kita akan dengan semangat dan dengan suka cita “melahap” berbagai sumber informasi tentang sejarah. Ga peduli lagi, apakah itu buku, film, cerita, dan lain-lain.
Pada akhirnya kita memang harus bersyukur, karena kita yang tergolong dalam spesies manusia sajalah yang memiliki definisi pra-ada. Kita bisa tahu gimana dunia ini sebelum kita ada, lewat sejarah. Kalau apa yang terjadi di masa lalu itu merupakan sesuatu yang tidak baik, kita bisa perbaiki. Dan sebaliknya, jika masa lalu itu merupakan hal positif, bisa kita jadikan sebagai teladan. Jadi, kita bisa tingkatkan kualitas kemanusiaan kita dengan belajar sejarah. Kalau begitu, kita bisa buat slogan baru ya, “Engga keren kalau engga tau sejarah!!!” Keren khan….
I Dewa Gede Budi Utama
Belum ada komentar.
Tinggalkan komentar
-
Terkini
-
Taut
-
Arsip
- Mei 2008 (5)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS