◙Ketenaran Bali di luar negeri dimulai pada waktu yang sangat jauh: Periode Kolonial. Dimulai dari buku dan memoir perjalanan para penjelajah negeri atau pelaut atau para misionaris. Masih ingat buku yang amat klasik itu, The Island of Bali, karya Migule Covarrubias? Akhir-akhir ini orang Bali mulai ambil peran untuk membahasakan dirinya. Ini salah satu buku oleh orang Bali. Jadi, tak cukup hanya Clifford Gertz (?).
MENCARI CITRA DI ATAS DADA PENUH TATO
Terkirim Mei 12, 2008 oleh dediKategori: buku
Tags: Add new tag, bali, desa adat, globalisasi
JUAL RUANG PUBLIK, ABAIKAN MASYARAKAT
Terkirim Mei 3, 2008 oleh dediKategori: budaya
Tags: Add new tag, budaya konsumtif, iklan, ruang publik
Ruang-ruang publik seyogyanya menjadi ruang yang bebas intervernsi. Iklan-ikalan yang bertebaran di ruang-ruang publik, disadari atau tidak akan berpengaruh pada pandangan masyarakat. Dalam hal ini, pemerintah sebagai pemegang kebijakan tertinggi adalah pihak yang paling strategis serta bertanggungjawab untuk memanajeman hal itu.
Lengkung Romanesk di Ujung Karangasem
Terkirim Mei 3, 2008 oleh dediKategori: wisata
Tags: Add new tag, bali, karangasem, taman ujung, wisata
Taman Ujung Karangasem, merupakan salah satu kawasan wisata andalan Karangasem. Sebuah taman air, yang mengandung sisa-sisa kemegahan masa lalu, dan eksotisme pemandangan yang sulit ditemukan di tempat lain. Lokasi Taman Ujung ini, hanya sekitar 8 kilometer dari kota Amlapura, dan 85 kilometer dari kota Denpasar.
MENGUPAYAKAN MUTU DENGAN UN?
Terkirim Mei 2, 2008 oleh dediKategori: pendidikan
Tags: Add new tag, guru, pendidikan, sekolah, ujian nasional (UN)
Mengejutkan sekali, ketika salah satu media terkemuka di Bali, memuat sebuah berita sebagai head line dengan judul “Satu SMA di Karangasem 100% tak Lulus”. Hal ini sama sekali di luar dugaan. Ketidaklulusan tentu saja ada, tapi tak sedramatis itu.
Mau Keren? Ya, Belajar Sejarah…!
Terkirim Mei 2, 2008 oleh dediKategori: pendidikan
Tags: belajar, Remy Silado, remy sylado, sejarah, totto chan
Mendengar kata SEJARAH, yang langsung terbayang dalam benak kita pasti adalah setumpuk buku tebal yang telah mulai usang. Warna, lembaran-lemabaran buku itupun mulai kecolkatan, syukur kalau enggak bolong-bolong termakan rayap. Karena itulah, kadang sejarah terasa sangat menakutkan atau tepatnya sangat membosankan untuk dipelajari. Jangankan untuk membaca buku-buku sejarah yang tebal dan kadang membingungkan itu, untuk membaca artikel kecil aja kadang kita malesnya bukan main.